Setelah kemarin sang Gubernur DKI favorit yang fenomenal, mengumumkan keputusan nya mengambil jalur parpol untuk Pilgub DKI 2017, daripada jalur independen bersama Teman Ahok.
Tidak sedikit fans pak Ahok yang kecewa, sampai-sampai hashtag #BalikinKTPGue jadi trending topic nomor satu di Twitter hari ini, karena Parpol identik dengan KKN, dan jalur independen memberikan harapan perubahan.
Teman Ahok sendiri menyatakan legowo atas keputusan pak Ahok dan siap bekerja sama dengan ketiga parpol pendukung (NasDem, Hanura & Golkar) kata Amalia Ayuningtiyas.
Nusron Wahid, mantan ketum GP ANSOR (Banser NU) yang sekarang aktif di Golkar telah ditunjuk sebagai ketua Tim pemenangan Ahok. Bahkan isu santer PDIP juga akan merapat usung Ahok, meskipun baru gosip.
INSYAF DARI KESESATAN INDEPENDEN
Santri yang sudah lama bergabung disini di ponpes Satiriyah al-fesbukiyah pasti masih ingat Ustad dulu pernah ulas soal yang jadi sasaran target adalah JALUR INDEPENDEN nya, bukan Ahok nya.
Dari sejak FPI (besutan Gerindra) koar2 "tolak pemimpin kafir", kriminalisasi Sumber Waras oleh BPK, kriminalisasi kasus Reklamasi Sanusi, Revisi UU Pilkada, sampai PDIP yang ikut membully, intinya hanya ingin Ahok INSYAF kembali ke jalur Parpol.
Karena Ahok terlalu FENOMENAL untuk dibiarkan maju lewat jalur independen. Parpol khawatir terjadi "DEPARPOLISASI" (kematian parpol) apabila Ahok menang di Pilgub 2017 bersama Teman Ahok.
Itulah POLITIK. yang berasal dari bahasa yunani kuno, "POLI" artinya banyak / lebih dari satu, sedangkan "TIK" artinya menggelitik. maka Politik artinya bikin GELI kebanyakan digelitikin.
Asu dahlah.. dengan jalur independen ataupun lewat partai, pak Ahok tetap pak Ahok. Ustad yakin keputusan pak Ahok ini tidak akan merusak citra & mengurangi nilai pak Ahok di mata para pendukungnya. BECAUSE HE IS AHOK. seng ada lawan!
Sumber : Facebook

0 Response to "Ahok terlalu FENOMENAL Untuk Dibiarkan Maju Lewat Jalur Independen"
Posting Komentar